Apa yang menyebabkan harga saham berubah?

Harga saham akan berubah setiap hari oleh kekuatan pasar. Yang dimaksud adalah harga saham berubah karena permintaan dan penawaran. Jika lebih banyak orang yang ingin membeli saham (permintaan) daripada menjualnya (penawaran), maka harga bergerak naik. Sebaliknya, jika lebih banyak orang ingin menjual saham daripada membelinya, maka akan ada penawaran yang lebih besar daripada permintaan, dan harga akan turun. 

Memahami permintaan dan penawaran itu mudah. Yang sulit dipahami adalah apa yang membuat orang lebih menyukai saham A (sehingga permintaannya naik) dan tidak menyukai saham B, C, D dan lainnya. Biasanya hal ini terkait dengan isu/wacana/berita positif dan negatif bagi sebuah perusahaan. Mungkin setiap investor memiliki ide dan strateginya sendiri dalam mengolah berita tersebut dalam praktik saham.

Dengan demikian, hal yang utama bahwa pergerakan harga suatu saham tertentu menunjukkan apa yang menurut investor layak untuk suatu perusahaan. Disini, jangan samakan nilai perusahaan dengan harga saham. Nilai suatu perusahaan adaah kapitalisasi pasarnya, yaitu harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. Misalnya, perusahaan A dengan harga saham Rp1000 per lembar saham dan memiliki 1.000.000 saham yang beredar memiliki nilai yang lebih rendah daripada perusahaan B dengan harga saham Rp500 per lembar tetapi memiliki 5.000.000 saham yang beredar (Rp1000 x 1.000.000 = Rp1.000.000.000 sedangkan Rp500 X 5.000.000 = Rp2.500.000.000). Akan lebih rumit lagi karena harga suatu saham tidak hanya mencerminkan nilai perusahaan saat ini, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan yang diharapkan investor di masa depan.

Faktor terpenting yang mempengaruhi nilai suatu perusahaan adalah pendapatannya, dalam hal ini adalah laba yang dihasilkan perusahaan, yang dalam jangka panjang tidak akan ada perusahaan yang dapat bertahan tanpa menghasilkan laba. Akan masuk akal jika dipikirkan. Jika sebuah perusahaan tidak pernah menghasilkan uang, mereka tidak akan bertahan dalam bisnis. 

Di Indonesia, setiap perusahaan yang go public akan melaporkan laporan keuangan mereka setiap kuartal ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Alasan dibalik ini adalah bahwa analisis mendasarkan nilai masa depan suatu perusahaan pada proyeksi pendapatan mereka. Jika pendapatan perusahaan mengejutkan (lebih baik dari yang diharapkan), harga akan melonjak. Jika hasil perusahaan mengecewakan (lebih buruk dari yang diharapkan), maka harga akan turun.

Tentunya, bukan hanya pendapatan yang dapat mengubah sentimen terhadap saham (yang pada gilirannya mengubah harganya). Investor sendiri telah mengembangkan ratusan variabel, rasio, serta indikator yang diupayakan untuk mengetahui bagaimana proyeksi perusahaan kedepan. Mungkin yang cukup sering kita dengar, seperti rasio P / E, sementara yang cukup rumit dan tidak jelas misal dengan nama seperti Chaikin Oscillator atau Moving Average Convergence Divergence (MACD).

Lantas, mengapa harga saham berubah (bergerak)? Jawaban terbaiknya adalah tidak ada yang benar-benar tahu dengan pasti. Sebagian percaya bahwa tidak mungkin untuk memprediksi bagaimana harga saham akan berubah sementara yang lain berpikir dengan menggambar grafik dan melihat pergerakan harga masa lalu, dan menentukan kapan harus membeli atau menjual. Satu-satunya hal yang kita ketahui pasti bahwa harga saham akan mudah berubah dengan sangat cepat.

Mungkin hal-hal penting yang perlu diketahui dari artikel ini oleh setiap dari kita yaitu::

  • Pada level paling fundamental, permintaan dan penawaran di pasar menentukan harga saham.
  • Harga dikalikan jumlah saham beredar (kapitalisasi pasar) adalah nilai perusahaan. Membandingkan harga saham dua perusahaan saja tidak ada artinya.
  • Secara teoritis, laba mempengaruhi penilaian investor terhadap suatu perusahaan, namun terdapat indikator lain yang digunakan investor untuk memprediksi harga saham. Pada akhirnya, dan ingat!, sentimen, sikap, dan ekspektasi investorlah yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham.
  • Ada banyak teori yang mencoba menjelaskan bagaimana harga saham bergerak, sayangnya, tidak ada satu teori pun yang dapat menjelaskan semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages